Halaman

Rabu, 13 Agustus 2014

Pendidikan Matematika



A.    Keunggulan Pendidikan Matematika
Jurusan ini menaungi dua Program Studi yaitu: Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Matematika (non kependidikan). Lulusan program studi Pendidikan Matematika bergelar S.Pd., dan lulusan program studi Matematika bergelar Sarjana Sains (S.Si.). Sejak tahun 2003 Jurusan Pendidikan Matematika berhasil mensejajarkan diri dengan jurusan matematika dari universitas terkemuka seperti ITB dan UGM. Keberhasilan ini ditandai dengan keberhasilan secara berkelanjutan dalam mengirimkan wakil mahasiswa sebagai peserta dan mendapat penghargaan dalam ajang olimpiade tingkat dunia.
Saat ini Jurusan Pendidikan Matematika memiliki jaringan kerjasama internasional dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka, seperti Chiba University dan Gunma University Jepang. Beberapa staf dosen terlibat secara aktif dalam kerjasama penelitian matematika dengan Chiba University dan Gunma University dan dalam bidang pendidikan Matematika dengan Gunma University.
Sumber :

      

        B. Perkembangan pendidikan  matematika
Pendidikan setiap bangsa mesti memiliki ideologi, yaitu keyakinan, nilai, cita-cita, visi, dan metode untuk meraihnya yang setia memajukan bangsa dan negaranya. Dengan demikian, sebuah proses pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan dan mendorong siswa agar membuat persiapan untuk menjawab pertanyaan ketika musim ulangan dan ujian tiba.  Ada empat domain pokok yang mesti dipahami dan menjadi acuan dalam setiap proses pendidikan di Indonesia, yaitu agar setiap siswa mengenal dan memahami potensi dirinya sehingga merasa mantap nantinya ketika memilih satu jurusan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.Kedua, mengenal karakter dan potensi daerahnya yang potensial untuk dipelihara dan dikembangkan. 
Ketiga,memahami sejarah dan jati diri bangsanya untuk dijaga kehormatannya dan dimakmurkan rakyatnya.Keempat, guru dan siswa juga perlu memiliki wawasan regional-global meskipun sekilas mengenai apa yang tengah dan akan terjadi pada tingkat internasional. Keempat domain itu sangat penting dimiliki oleh setiap siswa karena nantinya mereka akan menerima estafet kepemimpinan dan kepemilikan bangsa ini. Tapi disayangkan, suasana batin pendidikan sekarang ini lebih banyak diributkan oleh hal-hal administratif dan heboh ujian nasional yang materinya sangat kognitif.Dimana Matematika selalu  menjadi momok bagi siswa, itu sudah tidak diragukan lagi. Matematika menjadi penyebab utama ketaklulusan siswa SMA jurusan IPA maupun IPS. 
Namun disadari matematika tidak akan mungkin hilang, karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita agar lebih baik. Suka atau tidak suka seseorang terhadap matematika, namun tidak dapat dihindari bahwa hidupnya akan senantiasa bertemu dengan matematika, entah itu dalam pembelajaran formal, non formal maupun dalam kehidupan praktis sehari-hari. Matematika merupakan alat bantu kehidupan dan pelayan bagi ilmu-ilmu yang lain, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, teknik, ekonomi, farmasi maupun matematika sendiri.
Mungkin diantara kita banyak yang bertanya bukankah saat ini sudah ada kalkulator dan komputer sehingga matematika sebagai alat bantu kehidupan menjadi berkurang? Memang benar, dengan kehadiran kedua alat tersebut banyak persoalan kehidupan yang awalnya mudah menjadi sulit, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Namun perlu diketahui bahwa alat-alat tersebut pun juga menggunakan prinsip matematika. Tanpa adanya prinsip-prinsip dan konsep matematika kedua alat tersebut yaitu kalkulator dan komputer tidak mungkin ada. Begitu pentingnya matematika dalam kehidupan maka tidak aneh jika pembelajaran matematika mengalami perkembangan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman.



Sumber :









Tidak ada komentar:

Posting Komentar